Minggu, 28 November 2010

Manusia dan tanggung jawab

Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang di bebankan terhadap seseorang. Kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat
Juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajiban.

Pembagian kewajiban bermacam-macam dan berbeda-beda. Setiap keadaan hidup menentukan kewajiban yang tertentu. Status dan peranan menentukan kewajiban seseorang. Kewajiban di bagi atas 2 bagian:

  1. kewajiban terbatas
kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada setiap orang, sama, tidak di beda-bedakan.

Contoh :
Undang-undang larangan membunuh, mencuri, yang disampingnya dapat diadakan hukuman-hukuman.
  
           2.  kewajiban tidak terbatas  
                 kewajiban yang diberlakukan kepada semua orang. Tanggung jawab terhadap kewajiban nilainya                  lebih tinggi, sebab dijalankan oleh suara hati, seperti keadilan dan kwajiban.

Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kewajibannya. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya atau oleh orang lain. Sebaliknya, orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapi kesulitan, sebab ia tidak mengikuti aturan, norma, atau nilai-nilai yang berlaku.

Problema utama yang dirasakan pada zaman sekarang, sehubungan dengan masalah tanggung jawab, adalah berkaratnya atau rusaknya perasaan moral dan rasa hormat diri terhadap pertanggungjawaban.

Orang yang bertanggung jawab itu adil atau mencoba untuk berbuat adil. Tetapi, adakalanya orang yang bertanggung jawab tidak di anggap adil karena runtuhnya nilai-nilai yang dipegangnya. Orang yang demikian tentu akan mempertanggungjawabkan segala sesuatu kepada Tuhan. Dia tidak nampak, tetapi menggerakkan dunia dan mengaturnya. Jadi, orang semacam ini akan bertanggung jawab kepada Tuhannya.

Sumber terkait : Soelaeman, M Munaindar. 2000. Ilmu Budaya Dasar. Bandung:Refika

Manusia dan pandangan hidup

Pandangan hidup merupakan bagian dari kehidupan manusia. Dimana bisa dikatakan bahwa pandangan hidup adalah tujuan hidup, cita-cita, arah hidup si manusia itu sendiri. Tidak ad seorang pun yang hidup tanpa pandangan hidup meski pun tingkatannya berbeda-beda.

Pandangan hidup akan memberikan citra terhadap seseorang, menggambarkan pola pikir seseorang tersebut. Sifat pandangan hidup elastis, bergantung pada ”sikon” atau situasi dan kondisi, tidak selamanya bersifat prinsifil atau hakiki.

Macam-macam pandangan hidup berdasarkan sumbernya:

  1. pandangan hidup yang bersumber dari agama, ini bersifat mutlak.Contoh saja pandangan hidup orang muslim, yang bersumber dari Alquran dan sunnah (sikap, perkataan,dan perbuatan Nabi Muhammad SAW). Bisa dikatakan pandangan hidup orang muslim adalah setia.
  1. pandangan hidup yang bersumber dari ideologi, merupakan abstraksi dari nilai-nilai budaya suatu Negara.
  2. pandangan  hidup yang bersumber dari hasil perenungan seseorang sehingga dapat merupakan ajaran atau etika untuk hidup, misal saja aliran-aliran kepercayaan.

Pandangan hidup juga bisa muncul berasal dari pengalaman-pengalaman hidup seseorang. Yang membuat seseorang terinspiratif terhadap suatu hal dan menjadikannya sebuah obsesi yang dapat membangun semangatnya dalam menjalani hidup dan mewujudkan cita-citanya.

Manusia dan keadilan

Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki ciri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.

Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.

Ada pun yang lebih umum menyatakan bahwa keadilan adalah sebuah pengakuan Dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

Keadilan menurut jenisnya terbagi atas :

  1. keadilan legal atau keadilan moral yang tercipta bila anggota masyarakatnya dapat memenuhi fungsinya dengan baik dan benar.
  1. keadilan distributif, keadilan yang dilakukan perlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama. Intinya merata.

Dalam konteksnya keadilan terjadi karena keseimbangan yang tercipta dalam kehidupan kebersamaan. Tetapi, dalam implementasinya dalam kehidupan Sangay erat hubungannya Dengan hak dan kewajiban yang tidak seimbang sehingga muncul “ketidakadilan” dalam Kebersamaan.

Sebagai contoh: seorang yang tanah pekarangannya tergusur pelebaran jalan berhak menerima ganti rugi yang layak. Jira ia tidak diberi ganti rugi yang layak terjadilah pengingkaran hal dan itu berarti terjadi ketidakadilan.

Contoh di atas masih banyak kita temukan di dalam kehidupan bermasyarakat. Terutama di negara kita yang menganut asas demokrasi Pancasila, Perbedaan-perbedaan yang membuat timbulnya kesalahpahaman yang berujung ketidakadilan Oleh karena itu, apa yang adil dan yang tidak adil dalam kehidupan selalu di kaitkan dengan nilai-nilai yang ada di balik gagasan negara demokrasi itu sendiri.

Manusia dan penderitaan

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namur, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Statu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, Belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.dapat pula suatu  penderitaan merupakan untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah
Awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

            Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar Dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidup seseorang. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang denga orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.

Mengenai penderitaa yang dapat membawa hikmah bisa di ambil contoh yang terjadi oleh pemimpin besar Amat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW. Ayahnya wafat Sejas ia dua bulan di dalam kandungan ibunya. Kemudian pada usianya yang ke-enam tahun, ibunya menyusul pergi atau wafat.

Dari peristiwa ini dapat dibayangkan. Penderitaan yang menimpa Muhammad sekaligus
Menjadi saksi sejarah sebelum ia menjadi pemimpin yang berhasil untuk memimpin umatnya.

Tekanan-tekanan yang dihadapiNya dapat membangun jiwa dan pendiriannya akan kesabarannya. Dia dapat melewati segala tantangan dalam hidupnya.
           

Manusia dan keindahan

Keindahan atau estetika berasal dari kata yunani yang berarti merasakan. Penagalaman Keindahan termasuk ke dalam tingkat persepsi dalam pengalaman manusia, biasanya bersifat visual (terlihat)atau terdengar (audiotory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.

Konsep keindahan adalah abstrak dan tidak dapat berkomunikasi sebelum diberi bentuk. Oleh karena itu, banyak pemikir yang tidak puas terhadap pendapat yang menyatakan bahwa keindahan itu hasil meniru dari alam. Dan meniru dari alam belum tentu menciptakan keindahan. Melalui proses mencari dan pemberian bentuk imajinasinya, seseorang akan mencapai keindahan. Keingintahuan dan dambaan akan keindahan akan membantu keindahan.

Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, sedangkan yang tidak ada keindahannya tidak mengandung kebenaran. Konsep keindahan dapat berkomunikasi
Dengan penciptanya sendiri setelah ada bentuk yang diberikan oleh imajinasi.
Sesuatu yang indah adalah abadi, sebab yang indah memberikan suka cita yang mendalam dan daya tarik selalu bertambah. Sifat yang indah adalah universal, tidak terikat oleh selera perseorangan,waktu, dan tempat. Hal itu terjadi sebab pada hakikatnya
Setiap orang, dimana pun dan kapan pun, mempunyai sikap yang sama dlam mengahadapi sesuatu yang indah, yaitu sikap simpati dan sikap empati.

manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.

Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.

Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.

Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.


Sumber terkait : Soelaeman, M Munaindar. 2000. Ilmu Budaya Dasar. Bandung:Refika.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Konsep Ilmu budaya dasar dalam kesusastraan

Pendekatan Kesusastraan
Sastra
Tidak ada pengertian yang pasti untuk arti dari sastra. Banyak orang – orang yang mendefinisikan sastra dengan berbeda – beda. Sapardi menjelaskan bahwa sastra adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa adalah ciptaan sosial dan memberikan gambaran tentang kehidupan. Pendapat lain mengatakan bahwa sastra itu sifatnya imajinatif dan fiksi, sedangkan,semua sastra itu fiktif. Ada yang diambil dari kisah nyata namun mungkin ada beberapa yang dimodifikasi agar cerita menjadi lebih masuk akal dan enak untuk disimak oleh orang lain. Sebenarnya cerita – cerita fiktif yang ditampilkan oleh pengarang tidak terlepas dari kejadian secara langsung dan tidak langsung yang dialami. Tapi yang jelas sastra itu bukan cuma kata – kata indah atau cerita – cerita namun sastra adalah kebudayaan. “bahasa menunjukan identitas bangsa”. Jadi pelihara bahasa Indonesia maka identitas Indonesia juga terpelihara.
Bahasa atau sastra juga dapat menjadi sebuah cara atau wadah penyampaian pendapat pendapat baik itu tentang kebudayaan politik, kebudayaan dalam bermasyarakat, kebudayaan dalam sistem perekonomian di negara, kebudayaan sistem pemerintahan, dan lain-lain.salah satu alat implentasi Bahasa dalam mengkritik atau pun menilai tentang pelbagai kebudayaan yang ada adalah Pengajaran puisi tidak diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasi murni. Puisi dipakai sebagai media dan sebagai sumber belajar sesuai dengan tema Ilmu Budaya Dasar.

Puisi termasuk seni sastra dan sastra bagian dari kesenian dan kesenian cabang dari kebudayaan. Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahwa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya menggunakan :

1. Figura bahasa, Misalnya gaya personafikasi, metafora, alegori, dan lain-lain.
2. Kata-kata ambiguitas, kata yang bermakna ganda.
3. Kata-kata berjiwa, kata-kata yang diberi suasana.
4. Kata-kata konotatif, kata-kata yang diberi tambahan nilai rasa dan asonasi.
5. Pengulangan, untuk mengintensifikasikan hal-hal yang dilukiskan.

Alasan mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah :
a. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
b. Puisi dan keinsyafan atau kesadaran individual.
c. Puisi dan keinsyafan atau kesadaran sosial.

Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial berupa :
-penderitaaan atas ketidakadilan
-perjuangan untuk kekuasaan
-konflik dengan sesamanya
-pemberontakan terhadap hukum Tuhan.

Puisi memiliki nilai etika, estetika, dan kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaannya adalah cinta kasih.
 
Terlihatlah hubungan atau  konsep Ilmu budaya dasar dalam kesusastraan. Dimana ilmu kesusastraan itu adalah wadah penyampain perkembangan kebudayaan tertentu.

Manusia dan Kebudayaan

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Jelas bahwa keduanya merupakan satu kesatuan. Contoh paling sederhana adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan. Peraturan kemasyarakatan itu dibuat oleh manusia, kemudian setelah peraturan-peraturan tersebut jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh terhadap peraturan yang dibuatnya sendiri. Dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan tersebut merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.
Hubungan atau kaitan antara manusia dengan kebudayaan ini dapat dipandang sama dengan hubungan antara manusia dan masyarakat. Berikut adalah beberapa cara implementasi terciptanya hubungan yang saling terkait satu sama lain . (ada 3 tahap):
  • Eksternalisasi, yaitu proses di mana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunuanya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
  • Obyektivasi, yaitu proses di mana masyarakat menjadi realitas obyejtif (kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
  • Internalisasi, yaitu proses di mana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.


Kebudayaan juga berperan penting terhadap perkembangan mental individu (seseorang)
Karena seseorang tersebut mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adapt-adat, sistem norma dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Proses ini dimulai sejak kecil, dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian dengan lungkungan luar rumah, mula-mula dengan meniru dengan berbagai macam tindakan. Setelah perasaan dan nilai budaya yang memberikan motivasi akan tindakannya itu menjadi suatu
Pola yang mantap, dan norma yang mengatur tindakannya di budayakan. Tetapi ada juga
Individu yang dalam proses pembudayaan tersebut yang mengalami devienst, yang berarti  individu atau seseorang tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan sistem budaya
Di lingkungan sosial sekitarnya.

Rabu, 27 Oktober 2010

MANUSIA DAN CINTA KASIH


    “Hidup tanpa cinta itu kosong.” Cinta amat penting dalam kehidupan manusia. Belumlah sempurna hidup seseorang jika dalam hidupnya tidak pernah merasakan apa artinya cinta, karena hidup manusia di dunia tidak sendiri, melainkan selalu melibatkan pihak lain.
Dalam diri manusia terdapat dua sumber kekuatan yang menggerakkan manusia untuk berbuat dan bertingkah laku, termasuk untuk mencinta dan dicinta. Dua sumber yang dimaksudkan adalah akal dan budi di satu pihak, dan di pihak lain adalah nafsu.
Ketika memberikan sebuah defenisi akan cinta, akan lahir beberapa defenisi yang tentu saja akan berbeda dari segi substansi atau hakikat cinta itu. Hal ini dikarenakan sudut pandang yang berbeda pula. Semakin tinggi tingkat pemahaman terhadap suatu norma atau prilaku, akan semakin kompleks penjabaran defenisi itu.
Pemberian pemaknaan akan cinta akan senasib dengan pemberian defenisi tadi. Defenisi yang akan mengantarkan pada suatu substansi kadang dikaburkan oleh ego bahkan nafsu seseorang. Pemaknaan yang salah sebagai sebuah aktualisasi dari cinta seperti pacaran akan mengantarkan pada suatu upaya untuk mendeskreditkan cinta yang luhur sebagai fitrah kemanusiaan. Disamping itu, pemaknaan akan cinta dengan rasa suka harus berani dibedakan. Cinta adalah fitrah yang sifatnya abstrak sehingga perwujudannya berada dalam area metafisik (inmaterial). Sedangkan rasa suka, adalah wujud rasa ketertarikan kepada hal yang bersifat materi.

Pengertian Cinta Kasih
Pendefenisian dalam perspektif terminology (bahasa), cinta kasih dapat diuaraikan Cinta kasih adalah kata majemuk yang telah merupakan ungkapan tetap yang berupa paduan antara kata sifat yang terdiri dari kata “cinta” dan “kasih”. Cinta akan diartikan sebagai rasa rindu, ingin, sangat suka, sangat saying, sangat kasih dan tertarik hatinya. Sedangkan kasih diartikan sebagai perasaan saying, cinta, atau suka kepada.

Cinta kasih itu juga dapat di beda-bedakan, sebagai berikut :
a.           Cinta kasih karena kebiasaan
Adalah cinta yang diperoleh berdasarkan tradisi masyarakat yang dibiasakan, seperti menikahkan anak-anak yang sebelumnya tidak saling kenal dan cinta tumbuh karena ikatan sudah ada.
b.          Cinta kasih karena penglihatan
Adalah cinta yang tumbuh karena penglihatan, seperti kata pepatah :
Darimana datangnya linta
Dari sawah turun ke kali
Darimana datangnya cinta
Dari mata turun ke hati
Manusia sebagai makhluk social mempunyai kodrat terbaik pada suatu obyek yang dipandang indah, cantik, menarik, dan lain-lain.

  1. Cinta kasih karena kepercayaan
Adalah cinta kasih yang lahir dari kepercayaan atau keyakinan. Hubungan untuk memadu cinta kasih biasanya diperlukan waktu yang cukup lama untuk saling menyelidiki karakter, dan saling memupuk cinta kasih.
d.      Cinta kasih karena angan-angan
Adalah cinta yang lahir dari pengaruh angan-angan atau khayal saja, cinta yang penuh fantasi.

            Dan Perasaan cinta juga bisa timbul antara kita kepada sahabat, kita kepada orang tua, bahkan kita kepada Tuhan. Ini adalah hal yang alamiah, karena cinta sebagai satu-satunya dasar hidup sejak lama dan berabad, telah menjadi fokus perhatian manusia.dalam berbagai aspek kehidupan manusia, seperti nyanyian dan lain-lain. Dan, cinta sering di jadikan sebagai ”segala-galanya” tetapi pada praktek atau implementasinya ke kehidupan manusia sangat bertolak belakang. Maka timbul sebuah pertanyaan ”kapan tegaknya cinta di dunia ini??”

ILMU BUDAYA DASAR

Apa sih IBD (ilmu budaya dasar)????

Ilmu budaya dasar itu identik dengan Basic Humanities, Humanus yang artinya manusiawi, berbudaya dan halus (refined)

Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya.

Ilmu budaya dasar lebih bersifat natural, dimana perkembangan pengetahuan (nilai) adalah searah dengan perkembangan peradaban manusianya. Obyek materinya atau sasaran pembahasannya yaitu nilai-nilai dasar manusia seperti cinta casi, keadilan dan lainnya.

Dasar ilmiah ilmu budaya dasar (IBD) dapat bersifat deduktif (apriori), maksudnya
Nilai-nilai dasar manusia diketahui dari para teoritis nilai yang ada dalam berbagai pengetahuan budaya dan dapat bersifat induktif (aposteriori) artinya ilmu yang didapat dari pengalaman-pengalaman yang dialami.

Apa saja sih sasaran pembahasan IBD itu???

Yang menjadi sasaran pembahasan IBD adalah nilai-nilai dasar manusia, seperti cinta kasih, keadilan, pandangan hidup, harapan, kegelisahan, tanggung jawab, serta pengabdian, dll.
Intinya, pokok bahasan IBD itu adalah masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.

Pokok bahasan ilmu budaya dasar tidaklah terpaku atas teori-teori, ilmu budaya dasar dapat bertambah dan berkurang dan dapat pula berubah sesuai dengan pandangan seseorang terhadap hidup dan terhadap karya seni serta filsafat yang bersangkutan,bergantung pula pada keadaan seseorang dalam menghayati dan mengamati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.