Sabtu, 17 Maret 2012

Bagaimana Kepribadian Seseorang Dapat Berkembang Menurut Beberapa Ahli

Teori Psikoanalisis menurut Erickson

Erickson memberi jiwa baru ke dalam Teori Psikoanalisis, dengan memberi perhatian yang lebih besar kepada Ego daripada Id dan Superego. Dia masih menghargai Teori Freud, namun mengembangkan ide-ide khususnya dalam hubungannya dengan tahap perkembangan dan peran sosial terhadap pembentuk Ego. Ego berkembang melalui respon terhadap kekuatan dalam dan kekuatan lingkungan sosial. Ego bersifat adaptif dan kreatif, berjuang aktif (otonomi) membantu diri menangani dunianya. Erickson masih mengakui adanya kualitas dan inisiatif sebagai bentuk dasar pada tahap awal, namun hal itu hanya bisa berkembang dan matang melalui pengalaman sosial dan lingkungan. Dia juga mengakui sifat rentan Ego, defense yang irasional, efek trauma-anxiety-guilt yang langgeng, dan dampak lingkungan yang membatasi dan tidak peduli terhadap individu. Namun menurutnya Ego memiliki sifat Adaptif, Kreatif, dan Otonom (adaptable, creative, dan autonomy). Dia memandang lingkungan bukan semata-mata menghambat dan menghukum (Freud), tetapi juga mendorong dan membentu individu. Ego menjadi mampu-terkadang dengan sedikit bantuan dari terapis-menangani masalah secara efektif.

Perkembangan kepribadian dalam teori psikoanalisis Erickson


1. Trust VS Mistrust (0-1/1,5 tahun).
 Perkembangan basic trust, essensial. Dalam derajat tertentu diperlukan juga perkembangan ketidakpercayaan (mistrust) untuk mendeteksi suatu bahaya atau suatu yang tidak menyenangkan & membedakan orang-orang yang dapat dipercaya / tidak.


2. Otonomi VS Rasa Malu dan Ragu ( early chilhood : 1/1,5-3 tahun).
 Mulai mengembangkan kemandirian. Bisa timbul kegelisahan, ketakutan dan kehilangan rasa pencaya diri apabila suatu kegagalan terjadi.


3. Inisiatif VS Rasa Bersalah (late chilhood:3-6th).
 Komponen positif adalah berkembangnya inisiatif. Modalitas dasar psikososialnya : “membuat”, “ campur tangan”, “mengambil inisiatif” , membentuk”, melaksanakan pencapaian tujuan dan berkompetisi”


4. Industri VS Inferiority ( usia sekolah:6-12 tahun).
 Dimulai industrial age. Pengalaman berhasil memberikan rasa produktif, menguasai dan kompetitif. Kegagalan menimbulkan perasaan tidak adekuat & inferioritas merasa diri tidak tidak berguna.





5. Identitas dan Penolakan VS difusi Identitas ( masa remaja: 12-20 tahun).
 Tahap perkembangan sebelumnya memberi kontribusi yang berarti pada pembentukkan Identitas dapat terjadi krisis identitas. Fungsi dasar remaja : mengintegrasikan berbagai identifikasi yang mereka dapat pada masa kanak-kanak untuk melengkapi proses pencarian identitas.


6. Intimasi dan Solidaritas VS Isolasi (Early adulthood : 20-35 th).

Perkembangan identitas mendasari perkembangan keakraban indvidu dengan orang lain. Kemampuan mengembangkan hubungan dengan sejenis/lawan jenis. Salah satu aspek keintiman adalah solidaritas. Jika keintiman gagal dicapai, individu cenderung menutup diri.


7. Generativitas VS Stagnasi/ mandeg ( middle adulthood : 35-65 th ).
Generativitas bertitik tolak pada ‘ pentingnya dan pengarahan generasi berikutnya’. Penting menumbuhkan upaya-upaya kreatif dan produktif . Bila generativitas gagal, terjadi stagnasi.


8. Integritas VS Keputusasaan (later years: diatas 65 th).
Secara ideal telah mencapai integritas Integritas : menerima keterbatasan hidup, merasa menjadi bagian dari generasi sebelumnya, memiliki rasa kearifan sesuai bertambahnya usia, merupakan integrasi akhir dari tahap-tahap sebelumnya. Bila integritas gagal : timbul keputusasaan, penyesalan terhadap apa yang telah dan belum dilakukannya, ketakutan dalam menghadapi kematian.

Teori Psikoanalisis menurut Sigmund Freud

Teori psikologi yang paling banyak diacu dalam pendekatan psikologi atau yang paling dominan dalam analisis karya sastra adalah teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Menurut Freud, psikoanalisis ialah sebuah metode perawatan medis bagi orang-orang yang menderita gangguan syaraf. Psikoanalisis merupakan suatu jenis terapi yang bertujuan untuk mengobati seseorang yang mengalami penyimpangan mental dan saraf.

 Lebih lanjut lagi, menurut Fudyartanta psikoanalisis merupakan psikologi ketidak-sadaran, perhatian-perhatiannya tertuju ke arah bidang-bidang motivasi, emosi, konflik, simpton-simpton neurotik, mimpi-mimpi, dan sifat-sifat karakter. Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud ketika ia menangani neurosis dan masalah mental lainnya.


Menurut Corey, sumbangan-sumbangan utama yang bersejarah dari teori dan praktek psikoanalitik mencakup:
 (1) Kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bisa diterapkan pada peredaan penderitaan manusia.
 (2) Tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh faktor-faktor tak sadar.
 (3) Perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yang kuat terhadap kepribadian di masa dewasa.
 (4) Teori psikoanalitik menyediakan kerangka kerja yang berharga untuk memahami cara-cara yang digunakan oleh individu dalam mengatasi kecemasan dengan mengandaikan adanya mekanisme-mekanisme yang bekerja untuk menghindari luapan kecemasan.
 (5) Pendekatan psikoanalitik telah memberikan cara-cara mencari keterangan dari ketaksadaran melalui analisis atas mimpi-mimpi, resistensi-resistensi, dan transferensi-transferensi
 Dalam teori psikoanalisis yang dipakainya, kepribadian dipandang sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga unsur dan sistem, yakni Id (Das Es), Ego (Das Ich), dan Superego (Das Uber Ich). Ketiga sistem kepribadian ini satu sama lain saling berkaitan serta membentuk totalitas dan tingkah laku manusia yang tak lain merupakan produk interaksi ketiganya. Id adalah komponen biologis, ego adalah komponen psikologis, sedangkan superego merupakan komponen sosial.


Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai ketiga sistem kepribadian menurut teori psikoanalisis Sigmund Freud:

1. Id
            Id adalah sistem kepribadian yang asli atau sistem kepribadian yang paling dasar, sistem yang di dalamnya terdapat naluri bawaan. Adapun menurut Palmquist, id ialah bagian bawah sadar psikis yang berusaha memenuhi dorongan naluriah dasar. Lebih lanjut lagi menurut Corey, id merupakan tempat bersemayam naluri-naluri. Id kurang terorganisasi, buta, menuntut, mendesak, dan bersifat tidak sadar. Id hanya timbul oleh kesenangan tanpa disadari oleh nilai, etika, dan akhlak. Dengan beroperasi pada prinsip kesenangan ini, id merupakan sumber semua energi psikis, yakni libido, dan pada dasarnya bersifat seksual.
 Id adalah aspek biologis dan merupakan sistem original dalam kepribadian dan dari aspek ini kedua aspek lain tumbuh. Id hanya memburu hawa nafsunya saja tanpa menilai hal tersebut baik atau buruk. Ia merupakan bagian ketidaksadaran yang primitif di dalam pikiran, yang terlahir bersama individu.
 Id bekerja sejalan dengan prinsip-prinsip kenikmatan, yang bisa dipahami sebagai dorongan untuk selalu memenuhi kebutuhan dengan serta merta. Fungsi satu-satunya id adalah untuk mengusahakan segera tersalurnya kumpulan-kumpulan energi atau ketegangan yang dicurahkan dalam jasadnya oleh rangsangan-rangsangan, baik dari dalam maupun dari luar. Ia bertugas menerjemahkan kebutuhan satu organisme menjadi daya-daya motivasional, yang dengan kata lain disebut dengan insting atau nafsu. Freud juga menyebutnya dengan kebutuhan. Penerjemahan dari kebutuhan menjadi keinginan ini disebut dengan proses primer.
2. Ego
Ego berbeda dengan Id. Ego ialah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah individu kepada objek dari kenyataan, dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan. Adapun menurut Ahmadi, ego tampak sebagai pikiran dan pertimbangan. Ego bertindak sebagai lawan dari Id. Ego timbul karena adanya kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan.
 Ego memiliki kontak dengan dunia eksternal dari kenyataan. Ego adalah eksekutif dari kepribadian yang memerintah, mengendalikan, dan mengatur. Ego merupakan tempat berasalnya kesadaran, biarpun tak semua fungsinya bisa dibawa keluar dengan sadar.
 Ego merupakan aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan. Ego dapat membedakan sesuatu yang hanya ada di dalam dunia batin dan sesuatu yang ada di dunia luar. Peran utama ego adalah menjadi jembatan antara kebutuhan insting dengan keadaan lingkungan, demi kepentingan adanya organisme.
 Menurut Bertens tugas ego adalah untuk mempertahankan kepribadiannya sendiri dan menjamin penyesuaian dengan alam sekitar. Ego juga mengontrol apa yang mau masuk kesadaran dan apa yang akan dikerjakannya. Ego menghubungkan organisme dengan realitas dunia melalui alam sadar yang dia tempati, dan dia mencari objek-objek untuk memuaskan keinginan dan nafsu yang dimunculkan id untuk merepresentasikan apa yang dibutuhkan organisme. Proses penyelesaian ini disebut dengan proses sekunder.

3. Superego
            Superego ialah sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai dan aturan-aturan yang sifatnya evaluatif. Ia bertindak sebagai pengarah atau hakim bagi egonya. Menurut Kartono Superego adalah zat yang paling tinggi pada diri manusia, yang memberikan garis-garis pengarahan ethis dan norma-norma yang harus dianut. Superego lebih merupakan kesempurnaan daripada kesenangan, karena itu dapat dianggap sebagai aspek moral kepribadian.
 Adapun superego menurut Palmquist, adalah bagian dari jiwa manusia yang dihasilkan dalam menanggapi pengaruh orangtua, guru, dan figur-figur otoritas lainnya pada masa anak-anak. Inilah gudang psiki bagi semua pandangan tentang yang benar dan yang salah.
            Superego adalah cabang moral atau hukum dari kepribadian. Superego merepresentasikan hal yang ideal, dan mendorongnya bukan kepada kesenangan, melainkan kepada kesempurnaan. Superego berkaitan dengan imbalan-imbalan dan hukuman-hukuman. Imbalan-imbalannya adalah perasaan-perasaan bangga dan mencintai diri, sedangkan hukuman-hukumannya adalah perasaan-perasaan berdosa dan rendah diri.



                  Lebih lanjut lagi, Menurut Hall dan Gardner Fungsi utama dari superego antara lain :
(1) sebagai pengendali dorongan-dorongan atau impuls-impuls naluri id agar impuls-impuls tersebut disalurkan dalam cara atau bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat;
(2) mengarahkan ego pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan moral ketimbang dengan kenyataan; dan
(3) mendorong individu kepada kesempurnaan. Superego senantiasa memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang berbeda ke alam bawah sadar. Superego, bersama dengan id, berada di alam bawah sadar.

 Jadi superego cenderung untuk menentang, baik ego maupun id, dan membuat dunia menurut konsepsi yang ideal. Ketiga aspek tersebut meski memiliki karakteristik sendiri dalam prakteknya, namun ketiganya selalu berinteraksi secara dinamis.


Mekanisme Pertahanan Ego
 Mekanisme pertahahan ego termasuk dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud. Timbulnya mekanisme pertahanan ego tersebut, karena adanya kecemasan-kecemasan yang dirasakan individu. Maka, mekanisme pertahanan ego terkait dengan kecemasan individu. Adapun definisi kecemasan ialah perasaan terjepit atau terancam, ketika terjadi konflik yang menguasai ego. Kecemasan-kecemasan ini ditimbulkan oleh ketegangan yang datang dari luar.
            Sigmund Freud sendiri mengartikan mekanisme pertahanan ego sebagai strategi yang digunakan individu untuk mencegah kemunculan terbuka dari dorongan-dorongan id maupun untuk menghadapi tekanan superego atas ego, dengan tujuan agar kecemasan bisa dikurangi atau diredakan.
 Mekanisme-mekanisme pertahanan ego itu tidak selalu patologis, dan bisa memiliki nilai penyesuaian jika tidak menjadi suatu gaya hidup untuk menghindari kenyataan. Mekanisme-mekanisme pertahanan ego yang digunakan oleh individu bergantung pada taraf perkembangan dan derajat kecemasan yang dialaminya.
 Lebih lanjut lagi, semua mekanisme pertahanan ego memiliki dua ciri umum, yakni (1) mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan, dan (2) mereka bekerja secara tidak sadar sehingga orangnya tidak tahu apa yang terjadi.

Menurut Freud, sebenarnya ada bermacam bentuk mekanisme pertahanan ego yang umum dijumpai, tetapi peneliti hanya mengambil sembilan macam saja, yakni: (1) represi, (2) sublimasi, (3) proyeksi, (4) displacement, (5) rasionalisasi, (6) pembentukan reaksi atau reaksi formasi, (7) melakonkan, (8) nomadisme, dan (9) simpatisme.

Konsep alam bawah sadar Freud sering didera kritik. Kalangan behavioris, humanis dan eksistensialis oercaya bahwa:
Dorongan-dorongan dan persoalan-persoalan yang dikaitkan dengan alam bawha sadar ternyata lebih sedikit dari perkiraan Freud, Bahwa alam bawah sadar ternyata tidak serumit dan sekompleks yang dibayangkan Freud. Sebagian psikolog masa kini mengartikan alam bawah sadar dengan apa pun yang tidak perlu atau tidak ingin kita lihat. Bahkan ada teoritikus yang tidak menggunakan konsep alam bawah sadar ini sama sekali.

Teori Psikoanalisis menurut Sigmund Freud

Teori psikologi yang paling banyak diacu dalam pendekatan psikologi atau yang paling dominan dalam analisis karya sastra adalah teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Menurut Freud, psikoanalisis ialah sebuah metode perawatan medis bagi orang-orang yang menderita gangguan syaraf. Psikoanalisis merupakan suatu jenis terapi yang bertujuan untuk mengobati seseorang yang mengalami penyimpangan mental dan saraf.

 Lebih lanjut lagi, menurut Fudyartanta psikoanalisis merupakan psikologi ketidak-sadaran, perhatian-perhatiannya tertuju ke arah bidang-bidang motivasi, emosi, konflik, simpton-simpton neurotik, mimpi-mimpi, dan sifat-sifat karakter. Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud ketika ia menangani neurosis dan masalah mental lainnya.


Menurut Corey, sumbangan-sumbangan utama yang bersejarah dari teori dan praktek psikoanalitik mencakup:
 (1) Kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bisa diterapkan pada peredaan penderitaan manusia.
 (2) Tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh faktor-faktor tak sadar.
 (3) Perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yang kuat terhadap kepribadian di masa dewasa.
 (4) Teori psikoanalitik menyediakan kerangka kerja yang berharga untuk memahami cara-cara yang digunakan oleh individu dalam mengatasi kecemasan dengan mengandaikan adanya mekanisme-mekanisme yang bekerja untuk menghindari luapan kecemasan.
 (5) Pendekatan psikoanalitik telah memberikan cara-cara mencari keterangan dari ketaksadaran melalui analisis atas mimpi-mimpi, resistensi-resistensi, dan transferensi-transferensi
 Dalam teori psikoanalisis yang dipakainya, kepribadian dipandang sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga unsur dan sistem, yakni Id (Das Es), Ego (Das Ich), dan Superego (Das Uber Ich). Ketiga sistem kepribadian ini satu sama lain saling berkaitan serta membentuk totalitas dan tingkah laku manusia yang tak lain merupakan produk interaksi ketiganya. Id adalah komponen biologis, ego adalah komponen psikologis, sedangkan superego merupakan komponen sosial.


Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai ketiga sistem kepribadian menurut teori psikoanalisis Sigmund Freud:

1. Id
            Id adalah sistem kepribadian yang asli atau sistem kepribadian yang paling dasar, sistem yang di dalamnya terdapat naluri bawaan. Adapun menurut Palmquist, id ialah bagian bawah sadar psikis yang berusaha memenuhi dorongan naluriah dasar. Lebih lanjut lagi menurut Corey, id merupakan tempat bersemayam naluri-naluri. Id kurang terorganisasi, buta, menuntut, mendesak, dan bersifat tidak sadar. Id hanya timbul oleh kesenangan tanpa disadari oleh nilai, etika, dan akhlak. Dengan beroperasi pada prinsip kesenangan ini, id merupakan sumber semua energi psikis, yakni libido, dan pada dasarnya bersifat seksual.
 Id adalah aspek biologis dan merupakan sistem original dalam kepribadian dan dari aspek ini kedua aspek lain tumbuh. Id hanya memburu hawa nafsunya saja tanpa menilai hal tersebut baik atau buruk. Ia merupakan bagian ketidaksadaran yang primitif di dalam pikiran, yang terlahir bersama individu.
 Id bekerja sejalan dengan prinsip-prinsip kenikmatan, yang bisa dipahami sebagai dorongan untuk selalu memenuhi kebutuhan dengan serta merta. Fungsi satu-satunya id adalah untuk mengusahakan segera tersalurnya kumpulan-kumpulan energi atau ketegangan yang dicurahkan dalam jasadnya oleh rangsangan-rangsangan, baik dari dalam maupun dari luar. Ia bertugas menerjemahkan kebutuhan satu organisme menjadi daya-daya motivasional, yang dengan kata lain disebut dengan insting atau nafsu. Freud juga menyebutnya dengan kebutuhan. Penerjemahan dari kebutuhan menjadi keinginan ini disebut dengan proses primer.
2. Ego
Ego berbeda dengan Id. Ego ialah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah individu kepada objek dari kenyataan, dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan. Adapun menurut Ahmadi, ego tampak sebagai pikiran dan pertimbangan. Ego bertindak sebagai lawan dari Id. Ego timbul karena adanya kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan.
 Ego memiliki kontak dengan dunia eksternal dari kenyataan. Ego adalah eksekutif dari kepribadian yang memerintah, mengendalikan, dan mengatur. Ego merupakan tempat berasalnya kesadaran, biarpun tak semua fungsinya bisa dibawa keluar dengan sadar.
 Ego merupakan aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan. Ego dapat membedakan sesuatu yang hanya ada di dalam dunia batin dan sesuatu yang ada di dunia luar. Peran utama ego adalah menjadi jembatan antara kebutuhan insting dengan keadaan lingkungan, demi kepentingan adanya organisme.
 Menurut Bertens tugas ego adalah untuk mempertahankan kepribadiannya sendiri dan menjamin penyesuaian dengan alam sekitar. Ego juga mengontrol apa yang mau masuk kesadaran dan apa yang akan dikerjakannya. Ego menghubungkan organisme dengan realitas dunia melalui alam sadar yang dia tempati, dan dia mencari objek-objek untuk memuaskan keinginan dan nafsu yang dimunculkan id untuk merepresentasikan apa yang dibutuhkan organisme. Proses penyelesaian ini disebut dengan proses sekunder.

3. Superego
            Superego ialah sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai dan aturan-aturan yang sifatnya evaluatif. Ia bertindak sebagai pengarah atau hakim bagi egonya. Menurut Kartono Superego adalah zat yang paling tinggi pada diri manusia, yang memberikan garis-garis pengarahan ethis dan norma-norma yang harus dianut. Superego lebih merupakan kesempurnaan daripada kesenangan, karena itu dapat dianggap sebagai aspek moral kepribadian.
 Adapun superego menurut Palmquist, adalah bagian dari jiwa manusia yang dihasilkan dalam menanggapi pengaruh orangtua, guru, dan figur-figur otoritas lainnya pada masa anak-anak. Inilah gudang psiki bagi semua pandangan tentang yang benar dan yang salah.
            Superego adalah cabang moral atau hukum dari kepribadian. Superego merepresentasikan hal yang ideal, dan mendorongnya bukan kepada kesenangan, melainkan kepada kesempurnaan. Superego berkaitan dengan imbalan-imbalan dan hukuman-hukuman. Imbalan-imbalannya adalah perasaan-perasaan bangga dan mencintai diri, sedangkan hukuman-hukumannya adalah perasaan-perasaan berdosa dan rendah diri.





Lebih lanjut lagi, Menurut Hall dan Gardner Fungsi utama dari superego antara lain :
(1) sebagai pengendali dorongan-dorongan atau impuls-impuls naluri id agar impuls-impuls tersebut disalurkan dalam cara atau bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat;
(2) mengarahkan ego pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan moral ketimbang dengan kenyataan; dan
(3) mendorong individu kepada kesempurnaan. Superego senantiasa memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang berbeda ke alam bawah sadar. Superego, bersama dengan id, berada di alam bawah sadar.

 Jadi superego cenderung untuk menentang, baik ego maupun id, dan membuat dunia menurut konsepsi yang ideal. Ketiga aspek tersebut meski memiliki karakteristik sendiri dalam prakteknya, namun ketiganya selalu berinteraksi secara dinamis.


Mekanisme Pertahanan Ego
 Mekanisme pertahahan ego termasuk dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud. Timbulnya mekanisme pertahanan ego tersebut, karena adanya kecemasan-kecemasan yang dirasakan individu. Maka, mekanisme pertahanan ego terkait dengan kecemasan individu. Adapun definisi kecemasan ialah perasaan terjepit atau terancam, ketika terjadi konflik yang menguasai ego. Kecemasan-kecemasan ini ditimbulkan oleh ketegangan yang datang dari luar.
            Sigmund Freud sendiri mengartikan mekanisme pertahanan ego sebagai strategi yang digunakan individu untuk mencegah kemunculan terbuka dari dorongan-dorongan id maupun untuk menghadapi tekanan superego atas ego, dengan tujuan agar kecemasan bisa dikurangi atau diredakan.
 Mekanisme-mekanisme pertahanan ego itu tidak selalu patologis, dan bisa memiliki nilai penyesuaian jika tidak menjadi suatu gaya hidup untuk menghindari kenyataan. Mekanisme-mekanisme pertahanan ego yang digunakan oleh individu bergantung pada taraf perkembangan dan derajat kecemasan yang dialaminya.
 Lebih lanjut lagi, semua mekanisme pertahanan ego memiliki dua ciri umum, yakni (1) mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan, dan (2) mereka bekerja secara tidak sadar sehingga orangnya tidak tahu apa yang terjadi.

Menurut Freud, sebenarnya ada bermacam bentuk mekanisme pertahanan ego yang umum dijumpai, tetapi peneliti hanya mengambil sembilan macam saja, yakni: (1) represi, (2) sublimasi, (3) proyeksi, (4) displacement, (5) rasionalisasi, (6) pembentukan reaksi atau reaksi formasi, (7) melakonkan, (8) nomadisme, dan (9) simpatisme.

Konsep alam bawah sadar Freud sering didera kritik. Kalangan behavioris, humanis dan eksistensialis oercaya bahwa:
Dorongan-dorongan dan persoalan-persoalan yang dikaitkan dengan alam bawha sadar ternyata lebih sedikit dari perkiraan Freud, Bahwa alam bawah sadar ternyata tidak serumit dan sekompleks yang dibayangkan Freud. Sebagian psikolog masa kini mengartikan alam bawah sadar dengan apa pun yang tidak perlu atau tidak ingin kita lihat. Bahkan ada teoritikus yang tidak menggunakan konsep alam bawah sadar ini sama sekali.


sumber terkait :
Syamsu Yusuf, Teori Kepribadian (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2008) hal. 67

Sujanto, Agus. 1997. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Bumi Aksara

Hall Calvin S., Lindzey Gardner, 1994, Teori-Teori Psikodinamik (Klinis), Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Slamet Suprapti, Markam Sumarmo, 2003, Psikologi Klinis, Jakarta: UI Press
(Tugas)
Konsep Sehat

Apa sih Pengertian sehat ?
Harta yang paling berharga adalah kesehatan kita. Maka kali ini saya akan membahas apa pengertian dari sehat itu sendiri.

Sehat (health) adalah konsep yang tidak mudah diartikan sekalipun dapat kita rasakan dan diamati keadaannya. Misalnya, orang tidak memiliki keluhankeluahan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa orang yang “gemuk” adalah orang yang sehat, dan sebagainya. Jadi faktor subyektifitas dan kultural juga mempengaruhi pemahaman dan pengertian orang terhadap konsep sehat.
Sebagai satu acuan untuk memahami konsep “sehat”, World Health Organization (WHO) merumuskan dalam cakupan yang sangat luas, yaitu “keadaan yang sempurnan baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial.

“keadaan yang sempurnan baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial. Berikut adalah 4 kriteria bahwa seseorang tersebut termasuk dalam keadaan sehat :

a.Agama/spiritual, yang merupakan fitrah manusia. Ini merupakan fitrah manusia yang menjadi kebutuhan dasar manusia (basic spiritual needs), mengandung nilai-nilai moral, etika dan hukum. Atau dengan kata lain seseorang yang taat pada hukum, berarti ia bermoral dan beretika, seseorang yang bermoral dan beretika berarti ia beragama (no religion without moral, no moral without law).

b.Organo-biologik, mengandung arti fisik (tubuh/jasmani) termasuk susunan syaraf pusat (otak), yang perkembangannya memerlukan makanan yang bergizi, bebas dari penyakit, yang kejadiannya sejak dari pembuahan, bayi dalam kandungan, kemudian lahir sebagai bayi, dan setrusnya melalui tahapan anak (balita), remaja, dewasa dan usia lanjut .

c.Psiko-edukatif, adalah pendidikan yang diberikan oleh orang tua (ayah dan ibu) termasuk pendidikan agama. Orang tua merupakan tokoh imitasi dan identifikasi anak terhadap orang tuanya. Perkembangan kepribadian anak melalui dimensi psiko-edukatif ini berhenti hingga usia 18 tahun.

d.Sosial-budaya, selain dimensi psiko-edukatif di atas kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh kultur budaya dari lingkungan sosial yang bersangkutan dibesarkan.


Konsep sehat Menurut beberapa Ahli

Konsep sehat menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya.

Menurut White (1977)

Sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan.

Menurut Pepkin’s
 Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.

jadi, kesimpulannya: Konsep sehat sangat diperlukan untuk diri kita, kita harus menanamkan konsep sehat sejak dari kecil atau awal. Karena lama kelamaan akan terbiasa. Belajar hidup sehat, mulai dari cara hidup dan gaya hidup..

bagaimana menjaga kesehatan mental
bagi sebagian orang mungkin bertanya-tanya, bagaimana membangun dan menjaga kesehatan mental.berikut pembahasannya.

Ciri-ciri sehat mental adalah menyadari sepenuhnya akan kemampuan diri sendiri, mampu menghadapi stress kehidupan yang wajar, mampu bekerja produktif dan memenuhi kebutuhan hidupnya, dapat berperan serta dalam lingkungan hidupnya, menerima baik serta dengan apa yang ada pada dirinya dan merasa nyaman bersama dengan orang lain, dapat menerima perbedaan.

 Jika sudah menderita gangguan kejiwaan, dan tidak mampu menyembuhkan sendiri, maka kita perlu datang kepsikiater untuk mencari pertolongan. Dan perlu diingat bahwa orangg yang datang kepsikiater untuk berobat bukan orang yang sakit jiwa berat yang sering disebut awam sebagai ‘gila’. Secara keseluruhan ada lebih dari 100 kategori gangguan jiwa, dari yang ringan hingga berat.

            Jika ditelaah dari jenis penyakit mental yang berkembang akhir-akhir ini, DR. Dan Hidayat, SpKJ menjabarkan lima di antaranya, yaitu Skizofrenia (jiwa yang ‘terpecah’), gangguan depresi berat, gangguan bipolar (memiliki dua sisi emosi yang ekstrim yang bergelombang, satu saat depresi, satu saat lain mania, gembira sekali, aktif sekali, dan bicara banyak), gangguan anxietas (cemas berlebihan), dan gangguan obsessive-compulsive (adanya pikiran dan perilaku yang menetap dan berulang-ulang). Lingkungan serta faktor keturunan (keluarga) mengambil peranan yang besar pada munculnya gangguan mental tersebut. Karena itu lingkungan dan keluarga, memiliki peranan penting juga dalam membantu kesembuhan penderita penyakit mental.



            Sebelum terkena penyakit mental, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit kejiwaan, yaitu rasa senang dengan diri sendiri, nyaman dengan orang lain, dan bisa memenuhi tuntutan hidup, disertai dengan berpikir positif, meningkatkan daya tahan fisik, keimanan, mental dan sosial. Orang yang dapat menjalani kehidupan dengan seimbang, dalam artian tidak memiliki tuntutan kehidupan yang berlebihan, dapat menerima kekurangan dan kelebihan dirinya dengan baik, tidak memaksakan kemauannya, dan dapat memenuhi tuntuan kehidupan yang biasa saja, bisa dipastikan akan terjauhkan dari penyakit kejiwaan yang dipengaruhi oleh lingkungan.

Jika kita merasa ‘ada yang tidak beres’ dengan kejiwaan kita, mungkin karrena terlalu banyak berpikir negatif, ataupun menghadapi masalah yang begitu banyak dan berat, dan tidak mampu mengatasinya sendiri, jangan ragu-ragu untuk minta pertolongan kepada profesional kejiwaan. Karena, dengan jiwa yang sehat maka aktifitas kita juga berjalan dengan baik.

 Selamat menjaga kesehatan mental Anda!


sumber Terkait :
Candra, Budiman. (2008). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 
 Dr. Kartini Kartono, Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam, Bandung: CV. Mandar Maju, 1989.
Majalah GO! Edisi ke-27, oktober 2011.

Sejarah Perkembangan kesehatan mental

Secara etimologis, kata “mental” berasal dari kata latin, yaitu “mens” atau “mentis” artinya roh, sukma, jiwa, atau nyawa. Di dalam bahasa Yunani, kesehatan terkandung dalam kata hygiene, yang berarti ilmu kesehatan. Maka kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental.

Yang tercatat dalam sejarah ilmu, khususnya di bidang kesehatan mental, kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban. Untuk lebih lanjutnya, berikut dikemukakan secara singkat tentang sejarah perkembangan kesehatan mental.

Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam  menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan.

Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa. Di dalam bukunya ”A Mind That Found Itself”, Beers tidak hanya melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap tindakan-tindakan kejam dan tidak berperi kemanusiaan dalam asylum-asylum tadi, tapi juga menyarankan program-program perbaikan yang definitif pada cara pemeliharaan dan cara penyembuhannya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Oleh keyakinan ini ia kemudian menyusun satu program nasional, yang berisikan:

1. Perbaikan dalam metode pemeliharaan dan penyembuhan para penderita mental.
2. Kampanye memberikan informasi-informasi agar orang mau bersikap lebih inteligen dan lebih human atau berperikemanusiaan terhadap para penderita penyakit emosi dan mental.
3. Memperbanyak riset untuk menyelidiki sebab-musabab timbulnya penyakit mental dan mengembangkan terapi penyembuhannya.
4. Memperbesar usaha-usaha edukatif dan penerangan guna mencegah timbulnya penyakit mental dan gangguan-gangguan emosi.
William James dan Adolf Meyer, para psikolog besar, sangat terkesan oleh uraian Beers tersebut. Maka akhirnya Adolf Meyer-lah yang menyarankan agar ”Mental Hygiene” dipopulerkan sebagai satu gerakan kemanusiaan yang baru. Dan pada tahun 1908 terbentuklah organisasi Connectitude Society for Mental Hygiene. Lalu pada tahun 1909 berdirilah The National Committee for Mental Hygiene, dimana Beers sendiri duduk di dalamnya hingga akhir hayatnya.


sumber terkait :
Moeljono Notosoedirdjo, Kesehatan Mental; Konsep dan Penerapan, Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2002, hal. 14.

Dr. Kartini Kartono, Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam, Bandung: CV. Mandar Maju, 1989


Sabtu, 31 Desember 2011

Kecemasan berkomputer terhadap mahasiswa


Kali ini saya akan membahas atau menguraikan jurnal yang berjudul “Kecemasan berkomputer mahasiswa akuntansi”. Tetapi ada baiknya pembaca sekalian mengerti apa itu jurnal.

Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan . Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan. (Buku Pegangan Gaya Penulisan, penyunting dan penerbitan Karya Ilmiah Pegangan Gaya Penulisan, Penyunting dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia, karya Mien A. Rifai, Gajah Mada Uneversity, 1995, h.57-95).
Jurnal juga biasanya memiliki berbagai tahapan penulisan seperti pendahuluan, pembahasan dan akhirnya penutup. Disini jurnal diawali dengan adanya abstrak yang memuat ulasan sedikit tentang pembahasan didalamnya. Biasanya abstrak tersebut bisa dalam bentuk bahasa indonesia maupun bahasa inggris atau bisa juga kedua-duanya. Yang kemudian diikuti dengan pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan dan manfaat. Kesemuanya itu membahas uraian apa saja yang melatarbelakangi diadakannya sebuah penelitian, sebelum penelitian tersebut dilakukan.
Tulisan diatas adalah sedikit pengertian apa itu Jurnal, berikut adalah uraian tentang jurnal yang akan saya bahas.
Permasalahan yang akan diuraikan terdapat pada bagian pembahasan pada jurnal yang didapat :
Dalam menghadapi perkembangan baru teknologi informasi, seseorang dapat menyikapi kehadiran komputer secara berbeda dan tak jarang disikapi dengan penolakan. Penolakan ini mungkin disebabkan oleh ketidaktahuan sederhana tentang komputer atau mungkin juga disebabkan oleh kegelisahan yang mendalam atau ketakutan berlebih terhadap teknologi komputer (Jay, 1981 dalam Emmons, 2003) yang sering disebut dengan "computerphobia". Adanya perubahan baru terkadang menimbulkan tekanan (stress). Tekanan yang timbul dapat berupa anxiety (kecemasan) namun ada pula yang menghadapinya sebagai tantangan. Kecemasan didefinisikan sebagai perasaan yang kuat berupa ketakutan (fear) dan keprihatinan yang tidak berhubungan dengan situasi khusus yang mengancam (Cherrington, 1994 dalam Wibowo dan Hardiningsih, 2003). dan banyak peneliti lainnya telah menemukan adanya fenomena kecemasan berkomputer (computer anxiety). Kecemasan berkomputer dapat diartikan sebagai penolakan terhadap perubahan. Penolakan dapat berupa gejala atau sesuatu yang lain seperti ketakutan akan sesuatu yang tidak diketahui, ketakutan akan kegagalan, atau ketidakinginan untuk mengubah keadaan sekarang. Hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa
kecemasan berkomputer memiliki dampak negatif terhadap penggunaan computer (Mahar et al., 1997). Karena kecemasan berkomputer memiliki dampak sejauh itu, maka diperlukan pengetahuan empiris yang valid mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi variabel-variabel ini. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Landry et al., (1996) menguji pengaruh tipe kepribadian dengan sikap mahasiswa akuntansi terhadap komputer. Sikap terhadap komputer dalam penelitian ini diukur menggunakan Computer Attitude Scale (CAS) yang dikembangkan oleh Loyd dan Gressard (1984) dan instrumen baru Computer Usage Business Scale (CUBS) yang dikembangkan oleh peneliti. Instrumen CAS yang telah banyak digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan sikap terhadap komputer ini memasukkan kecemasan berkomputer sebagai salah satu subskala pengukurannya. Sedangkan variabel tipe kepribadian yang dimaksud dalam penelitian tersebut adalah tipe kepribadian sesuai dengan teori psikologi menurut Jung (1921).

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukannya interaksi yang signifikan antara dimensi sensing-intuitive dan thinking-feeling dengan computerphobia.

Kecemasan berkomputer dapat didefinisikan pula sebagai kegelisahan penggunaan komputer dan kegelisahan mengenai dampak negatif dari penggunaan komputer terhadap masyarakat.

Penelitian ini menguji beberapa hipotesis. Hipotesis pertama menguji hubungan antara tipe kepribadian dan kecemasan mahasiswa terhadap penggunaan teknologi komputer. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Landry et al. (1996) menunjukkan bahwa ditemukannya hubungan yang signifikan pada preferen sensingintuitive dan thinking-feeling dengan computerphobia, sehingga hipotesis pertama diajukan sebagai berikut:

H1: Tingkat kecemasan berkomputer pada mahasiswa akuntansi akan bervariasi
menurut tipe kepribadian mereka.
H2 : Tingkat kecemasan berkomputer pada mahasiswa akuntansi akan bervariasi
menurut jenis kelamin mereka.
H3 : Tingkat kecemasan berkomputer pada mahasiswa akuntansi akan bervariasi
menurut IPK mereka.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak kampus mungkin perlu mempertimbangkan untuk menambah mata kuliah yang berhubungan dengan system informasi berbasis komputer yang sifatnya wajib di samping melengkapi sarana teknologi komputer di lingkungan kampus serta mengadakan pelatihan-pelatihan komputer yang bertujuan untuk membuat mahasiswa lebih mengenal teknologi komputer sehingga diharapkan terjadi penurunan tingkat kecemasan berkomputer seiring dengan semakin berkembangnya teknologi.

Dengan mengetahui hubungan antara cognitive style dengan kecemasan berkomputer pada mahasiswa, dari sudut pandang pengajar, mungkin dapat dirancang suatu sistem pengintegrasian komputer ke dalam proses pembelajaran dengan disesuaikan dengan cognitive style para mahasiswa.

sekian uraian jurnal yang saya tuliskan, semoga bisa menambah pengetahuan bagi pembaca :)

http://syaiful-ali.staff.ugm.ac.id/Kecemasan%20berkomputer%20--mahasiswa%20akuntansi.pdf

sumber : (http://saidin21.wordpress.com/2007/08/29/jurnal-ilmiah/)

Minggu, 20 November 2011

Analisa dampak hubungan (sosial dialog) Via Internet


Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia yang dimulai sejak tahun 2000-an telah mengalami perkembangan yang pesat, jika dulu masyarakat hanya menggunakan media internet hanya sebatas browsing situs dan mengirimkan e-mail. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan fasilitas yang ditawarkan oleh situs-situs jejaring sosial dan juga ditunjang oleh informasi yang diterima masyarakat mengenai dunia maya, telah mendorong masyarakat untuk lebih kreatif untuk menjaga eksistensi diri di dunia maya dan juga memanfaat kan fungsi Internet. Seperti berbisnis lewat website, facebook,twitter, bahkan penyaluran bakat lewat youtube dengan video recordnya. 

Tanpa sadar segala dan siapa pun yang berhubungan lewat jejaringan Internet baik itu website, twitter, facebook, youtube, dan lain-lain memiliki beberapa dampak, sehubungan dengan  hubungan tidak lagi ”face to face” dalam berkomunikasi.

Kita lihat ke kegiatan jual beli online, ada komunikasi yang tak langsung didalam kegiatan transaksinya. Belakangan tidak sedikit orang yang terjebak akan jual beli produk dengan modus penipuan belaka. Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda terhadap penawaran-penawaran yang ada disitus internet. Tidak semua orang yang dengan mudah gampang terjebak, sering orang lebih menjadi teliti terhadap tawaran-tawaran yang ada di internet. Dengan kesimpulan, bahwa dampaknya adalah orang bisa jadi tertipu (jika tidak memiliki pengalaman tranksaksi Online). Tetapi, disisi ada beberapa orang menganggap hal itu adalah hal yang tidak mudah untuk dipercaya atau lebih berhati-hati dan menjadi teliti.

Kemudian, kita lihat peran baik itu facebook, twitter, dll. Budaya yang sering ”share on facebook, share on twitter, dll” membuat banyak dampak bagi setiap pribadi yang memiliki akun dari salah satu jejaringan ini,misal : terbuka terhadap suatu hal karena di situs facebook ataupun twitter seseorang tersebut dapat men-share segalanya di publik sehingga publik pundapat menilai seseorang itu dengan mudahnya. Dampak lainnya adalah seseorang akan menjadi pecandu aksesoris hidup atau gaya hidup yang tak bisa lepas dari hal-hal yang  bersifat meng-update. Seseorang akan menganggap bahwa:
  • Tren menjadi kebutuhan hidup
Tidak puas dengan satu atau dua barang saja yang sedang menjadi hip, tapi pecandu tren ingin memiliki berbagai macam barang yang sedang tren saat ini. Baginya barang-barang tersebut sudah seperti kebutuhan hidup yang harus ada didekatnya. Misal handphone, Mp3 player, PSP, dan lainnya.
  • Atas Nama gengsi
Yah benar, para tren addict sering sekali mengejar dan membeli barang yang bukan karena butuh, melainkan karena ingin tampil keren dan menaikkan statusnya dimata orang lain.
  • Tidak bijak dalam belanja
Tidak bisa menahan nafsu untuk belanja barang-barang yang sedang up date.
  • Senang pamer, dan juga pembosan.

Ini akan sangat menjadi berbahaya perilaku yang tergantung dengan hubungan jejaringan sosial akan mendekati perilaku yang konsumtif, sombong, kurang empati,pemboros, dan juga pengejar status.

Timbul pertanyaan ”How to stop ?”
  • Dengan pintar memilih, dimulai dengan membedakan mana yang kita butuhkan dan mana yang tidak kita butuhkan. Dengan begitu kita bijak dalam segala hal.
  • Menghargai sebuah benda, belajarlah menggunakan benda sesuai dengan fungsinya, dengan begini perilaku akan berdampak pada interaksi sosial dengan masyarakat nantinya.
  • Tahan diri dari godaan untuk berbelanja yang berlebihan, coba fikirkan dampak setelahnya.
  • Dan berfikirnya bahwa status bukan segalanya . nah ini yang perlu lebih dalam untuk pahami pada diri setiap individu kita, status sosial dalam pergaulan itu tidak hanya dilihat dari harta yang kita punya. Dengan menggali potensi dan memperkaya diri dengan segala macam info, maka kita terlihat tetap bersinar dan seru diantara teman-teman.

Selain itu kita lihat dampak Youtube. YouTube adalah sebuah situs web video sharing (berbagi video) populer dimana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis. Umumnya video-video di YouTube adalah klip musik (video klip), film, TV, serta video buatan para penggunanya sendiri.Format yang digunakan video-video di YouTube adalah .flv yang dapat diputar di penjelajah web yang memiliki plugin Flash Player. Menurut perusahaan penelitian Internet Hitwise, pada Mei 2006 YouTube memiliki pangsa pasar sebesar 43 persen.

Sumber tekait :
http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/09/fakta-terbaru-dampak-efek-mediajejaring.html

Kamis, 27 Oktober 2011

Analisis Kepribadian di Dunia Maya (Jejaringan sosial)

            Dini ini teknologi komunikasi berkembang dengan pesat. seiring berjalannya waktu semua terasa lebih mudah bila kita menggunakan sarana teknologi komunikasi yang telah berkembang pesat seperti yang kita rasakan saat sekarang ini. 

Ini dibuktikan dengan banyaknya komunikasi lewat internet yang tidak asing lagi bagi masyarakat, mulai dari Web, Friendster, Facebook, Twitter, Blog, dll. Semua bisa dilakukan lewat jejajringan ini. Seperti berbisnis, konsultasi, forum diskusi, bahkan ajang berkenalan antara remaja (ini biasanya dilakukan para anak muda), dan banyak lagi yang bisa dilakukan didalam jejaringan ini dalam bentuk kegiatan sosial sekali pun.

            Tanpa sadar, sehingga setiap orang yang mengetahui teknologi komunikasi dengan baik, mereka pastilah memiliki account pribadi disalah satu jejaringan sosial ini misal saja friendster, Web, atau facebook bahkan mereka memiliki account disetiap jejaringan yang ada. Terlepas dari kegunaan dan manfaat dari semua jejaringan ini, kita bisa menggambarkan dan menilai seseorang lewat account yang dimiliki seseorang yang baru kita kenal lewat jejaringan sosial. Misal dilihat dari profil picture, foto-foto yang user uploud, Info ( identitas user), bahkan display name yang dipakai oleh user yang baru kita kenal. Mari kita bahas langsung ke TKP.



Jika, dilihat dari gambar diatas apa yang dapat anda simpulkan ?
Pastilah terfikir dibenak pembaca bahwa user account diatas sangat menyukai dunia seni yaitu photografy dan sejenisnya, kemudian user juga suka ber-travelling mencari sesuatu yang baru. Dilihat dari info profil yang ada pun dia adalah pribadi yang sangat aktif dalam organisasi dan dari penampilannya user adalah pribadi yang juga memperhatikan penampilannya, layaknya anak muda yang mengikuti gaya berpakaian yang simple tetapi enak dipandang. Dari pemilihan warna baju user lebih memilih warna-warna yang dominan seperti hijau dengan didampingi celana jeans yang berwarna biru kehitaman dan dengan paduan warna sepatu catnya dan dengan jam tangan yang simple disebelah tangan kirinya menandakan dia adalah pribadi yang sederhana dan  mudah bergaul.


Sekarang kita lihat dari aktifitas update status user. Dilihat dari gambar diatas, user adalah pribadi yang sangat friendly, dia enjoy dengan teman-temannya, itu terlihat dari penegasannya dengan menuliskan status dan menambahkannya dengan tanda seru diakhir kalimatnya. Tipe orang yang seperti ini biasanya dapat dipercaya untuk memimpin sebuah organisasi misal ketua osis, ketua kelas, atau sebuah kelompok lainnya.

Dari basic Informasi user menuliskan tentang dirinya ”Mencoba mecari sebuah Arti”
Dari kata-kata yang dapat kita baca user juga memiliki pandangan hidup ke depan, artinya user telah mengerti hal-hal abstrak ( mengerti mana yang baik dan mana yang buruk, bisa menentukan sebuah pilihan, bisa menempatkan diri dalam arti bagaimana dia seharusnya berbicara dengan sebayanya dan bagaimana dia berbicara dengan orang yang lebih tua darinya). Tetapi dari tulisan ini”Mencoba mecari sebuah Arti” kita bisa lihat ada ketidaksempurnaan dalam penulisannya, hal ini dapat menilai bahwa user adalah pribadi
yang kurang memperhatikan hal-hal kecil (tetapi, hal ini bisa di reduksi dalam proses belajarnya).
Dari contact information user juga mencantumkan alamat yang jelas. Ini juga menandakan bahwa user adalah pribadi yang terbuka baik dengan keluarga dan juga teman-teman sebayanya.


Dari hal-hal yang disukai user, user adalah pribadi yang senang musik dan hal-hal yang membuatnya terinspiratif dan bisa memotivasi dirinya. Dan belajar agar dapat mengenal dirinya lebih jauh.


Dari gambaran diatas ada banyak hal yang dapat kita simpulkan untuk menilai sifat dan kepribadian seseorang lewat dunia maya (jejaringan sosial) yang baru kita kenal atau pun kerabat dekat. Dengan diwakili segala aktifitas-aktifitas yang ada pada account kita dapat melihat dan kemudia menila bagaimana sisi kepribadian seseorang dan juga bagaimana lingkungan pergaulannya. Tetapi , untuk menghindari judgment yang tidak-tidak dengan orang lain ada baiknya kita melakukan chatting untuk lebih mengenal siapa yang kita hadapi. Kemudian setelah itu mungkin kita dapat memutuskan siapa seseorang yang baru kita kenal lewat jejaringan sosial.


sumber : http://www.facebook.com/pambudi.pamungkas?ref=ts 

Kamis, 29 September 2011

Internet dan manfaatnya

internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger. Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.


Manfaat dari Internet:
 Tidak heran internet sangat dibutuhkan oleh semua orang untuk melakukan berbagai hal seperti mencari berbagai informasi yang diperlukan dengan mudah tanpa harus mencarinya dari media atau tempat lain seperti mencari informasi tersebut di buku,bagi produsen yang memproduksi suatu barang internet pastinya sangat membantu dalam kegiatan promosi produk tersebut melalui pembuatan iklan yang menarik di internet,dengan internet semua orang dapat saling berhubungan satu sama lainnya. Dan lain-lain sebagainya.
Dengan gaya hidup yang semakin hari semakin maju dengan adanya internet mungkin orang tidak perlu lagi susah untuk mencari wadah untuk menjalankan sebuah bisnis. Dengan internet kita bisa menciptakan sebuah ruang untuk berbisnis, yaitu dengan menciptakan website. Dengan begitu setiap orang bisa mengakses sesuatu yang diinginkan tanpa harus keluar rumah atau mencari lapak yang tepat untuk berjualan. Cukup dengan internet sesame pebisnis bisa melakukan transaksi jual-beli. Mudah bukan? J

Lagi, didunia pendidikan. Internet bukanlah hal asing lagi bagi setiap student (pelajar). Dini ini , para pelajar baik siswa ataupun mahasiswa, sudah menjadi kebutuhan untuk memperluas pengetahuan yang diajarkan oleh guru ataupun dosen. Apalagi sekarang pemerintah sedang menggalak fasilitas e-book dimana setiap pelajar dapat men-download buku dengan cara Cuma-Cuma.

                Ada banyak manfaat yang terdapat dalam internet, maka dari itu buatlah inetrnet itu menjadi yang bermanfaat bagi anda yang menggunakannya 


                http://id.wikipedia.org/wiki/internet

Minggu, 08 Mei 2011

Pengaruh Internet terhadap perilaku dan gaya hidup masyarakat di kota besar

Dini ini, internet merupakan kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet selalu meningkat dengan peningkatan yang cukup besar.

Sekarang banyak sekali layanan-layanan akses internet yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan kita, salah satunya layanan akses internet dari PT. Telkom seperti Telkomnet Instan dan Telkom Speedy. Telkomnet Instan merupakan layanan akses Dial-Up dengan kecepatan berkisar antara 40 Kbps - 56 Kbps sedangkan Telkom Speedy merupakan akses ADSL dengan kecepatan Up To 384 Kbps. Selain itu masih banyak sekali layanan-layanan akses internet yang bisa kita pilih.

Ada lagi layanan internet yang menggunakan Wireless Lan yang merupakan akses internet tanpa kabel atau menggunakan gelombang elektromagnetik seperti akses GPRS menggunakan handphone, PDA, laptop, dll. Selain itu sinyal Hotspot yang sering disebarkan ditempat-tempat seperti Mall, Cafe, Kampus, atau berbagai tempat lainnya bisa digunakan untuk mengakses internet, kita hanya perlu membawa peralatan mobile kita ditempat tersebut dan berinternetan disana.
Untuk dapat mengakses internet baik dengan kabel atau tanpa kabel selain diperlukan seperangkat komputer atau laptop diperlukan juga sebuah alat yang disebut Modem, modem berfungsi sebagai protokol yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya.

Pengertian Internet
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

Sejarah Internet
Sejarah internet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.
Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan "at" atau "pada". Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
            Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 lebih.
            Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
            Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.











Manfaat Internet

Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet:

1. Informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial.

2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.

Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.

Dampak Negatif Internet bagi Masyarakat Kota Besar

Ketergantungan pada internet mulai merambah kota-kota besar di Indonesia. Sayangnya tidak semuanya berdampak positif, bahkan sejauh ini pengguna internet lebih dominan melakukan kegiatan-kegiatan negatif. Untuk dapat mengambil tindakan yang tepat, sebelumnya perlu ada pengertian yang jelas dan praktis terhadap ketergantungan yang tidak sehat akan internet ini. Kecanduan pada dunia cyber terbagi dalam lima kategori.

1. Cybersexual addiction

yaitu obsesi untuk melihat, men-download dan memperdagangkan pornografi. Chat rooms yang berisi fantasi dan role playing untuk dewasa juga termasuk dalam kategori ini.


2. Cyber-relational addiction

adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata.





3. Net gaming

yaitu sejenis kecanduan karena judi, bermain game, berbelanja dan kegiatan jual beli saham melalui internet yang mengganggu pekerjaan dan/atau mengakibatkan terjadinya utang.
4. Information overload

Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet, sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada.


5. Computer addiction

Riset menemukan bahwa beberapa organisasi mengalami dampak negatif sebagai akibat dari kecanduan akan games off-line (seperti Solitaire dan Tetris yang populer di dekade 1980-an lalu), yang memang rata-rata banyak di-install dalam komputer.

Dampak Positif Penggunaan Internet
Internet telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupansehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan baik positif maupun negative.

Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya.

1.Fungsi komunikasi
Internetadalah alat komunikasi, kegunaan yang sangat penting dari internet adalah pertukaran pesan dengan menggunakan electronic mail (e-mail).

2.Fungsi Resource Sharing
Dengan internet, kita dapat mencari software, essay, data dan program dari ribuan titik distribusi di seluruh dunia.

3.Fungsi Resource Discovery
Navigasi untuk mencari file tertentu, dokumen, host atau orang diantara jutaan host.

4.Fungsi Komunitas
Masyarakat pengguna internet.
Sumber :